Tags

, , , , , ,

budidaya pucuk merah, budidaya tanaman pucuk merah, budidaya bunga pucuk merah, budidaya pohon pucuk merah, cara budidaya tanaman pucuk merah, cara budidaya bunga pucuk merah, cara budidaya pucuk merah
Dalam budidaya pucuk merah,Ada tren baru tanaman hias. Setelah masa adenium dan anturium lewat, kini ada pucuk merah. Selain menawarkan keindahan, tanaman ini juga berfungsi sebagai antipolutan.Gerakan pro-lingkungan lebih hijau selalu muncul setiap tahun. Di jalan-jalan protokol, semakin banyak muncul pot-pot besar berisi tanaman yang berfungsi untuk menghijaukan kawasan.

Kini, ada tanaman yang mulai sering dipakai sebagai penghias kawasan. Ciri-ciri tanaman ini adalah sebagian besar bagian daun berwarna hijau, tapi bagian ujung daun berwarna merah dan oranye. Bentuk daunnya mirip daun cengkeh. Orang menyebutnya tanaman pucuk merah atau Syzygium oleana.

Belakangan, semakin banyak masyarakat dan instansi yang memanfaatkan pucuk merah sebagai tanaman penghijau kawasan. Selain daunnya rimbun, warna kemerah-merahan yang menutupi pohon menjadikan tanaman itu enak dilihat.

Tapi, sebenarnya, tanaman itu tak cuma menawarkan keindahan. Sebagian orang mempercayai, tanaman ini bisa mengurangi kebisingan dan polusi. Anggapan itu muncul, mungkin, lantaran daun dan cabang tanaman ini cukup rapat dan batangnya juga ramping.

Seiring dengan peningkatan permintaan, dua tahun terakhir, para petani tanaman hias menjadikan pucuk merah sebagai primadona baru. Herman Rohadi, petani di Depok, bilang, dalam sebulan, ia bisa menjual 50.000 hingga 100.000 tanaman pucuk merah. “Rata-rata pembelinya adalah para pedagang tanaman di Jakarta,” ujarnya.

Kota besar seperti Jakarta memang menjadi sasaran penjualan tanaman ini. Sofyan, salah satu pedagang tanaman hias di kawasan Rawabelong, Jakarta Barat, mengaku menjual tanaman pucuk merah dalam dua ukuran: 50 sentimeter (cm) dengan harga Rp 25.000, dan satu meter seharga Rp 150.000. Dalam sehari, ia minimal menjual 10 pohon ukuran 50 cm.

Christian Kuswanto, pemilik Warna Flora di Kompleks Taman Surya, Jakarta Barat, banyak melayani pesanan dalam jumlah banyak. Ia pernah memasok lima truk pucuk merah dalam sebulan. Satu truk memuat sekitar 200 pohon setinggi satu meter. “Saat itu, permintaan cukup banyak,” ucapnya.

Para pedagang memberi informasi, khusus di Jakarta, permintaan pucuk merah terus naik lantaran beberapa pengembang sudah tidak lagi memanfaatkan tanaman jenis soka dan beralih ke pucuk merah untuk menghijaukan kompleks. Contohnya adalah pengembang Bumi Serpong Damai (BSD) di Tangerang dan Green Mansion milik Agung Sedayu Grup.

Hasan Basri, seorang pengusaha lanskap, mengaku, dua pengembang itu sering memesan pucuk merah dalam jumlah besar. “Perawatan tanaman ini sangat mudah, jadi pengembang lebih senang,” jelas Hasan yang juga Ketua Perhimpunan Petani Tanaman Hias Jakarta Barat.

About these ads